ASN Diskominsa di Neusu Bukan Korban Begal, Melainkan Kecelakaan Tunggal
Newsporium Sabang – ASN Diskominsa Dugaan kasus pembegalan terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh yang sempat menghebohkan publik ternyata tidak terbukti. Kepolisian memastikan, insiden yang terjadi di kawasan Neusu, Banda Aceh, itu merupakan kecelakaan tunggal, bukan tindak kriminal.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Lantas AKP Radhika Putra membenarkan bahwa hasil penyelidikan dan olah TKP mengarah pada kejadian kecelakaan tunggal, bukan begal sebagaimana sempat disebutkan di awal.
Setelah dilakukan pemeriksaan saksi, rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta kondisi korban dan kendaraan, kami simpulkan bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan tunggal,” jelas AKP Radhika, Selasa (22/10).
ASN Diskominsa Kronologi Kejadian: Hilang Kendali, Terjatuh Sendiri
Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (19/10) sekitar pukul 21.30 WIB. ASN pria tersebut mengendarai sepeda motor sendirian di Jalan T. Nyak Arief, kawasan Neusu. Diduga karena kurang konsentrasi atau kecepatan tinggi, ia kehilangan kendali hingga terjatuh di pinggir jalan.
Korban sempat mengalami luka di bagian wajah dan tangan. Warga yang melintas kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit. Di saat bersamaan, sempat beredar kabar bahwa korban menjadi sasaran begal.
Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, tidak ada bukti kehilangan barang pribadi maupun tanda-tanda kekerasan dari pihak lain.
HP, dompet, dan barang-barang korban masih lengkap. Tidak ada indikasi perampasan atau penyerangan dari pelaku lain,” tambah Radhika.
Baca Juga: Tambang Rakyat Dilema Ekonomi dan Lingkungan
Sempat Viral, Publik Diminta Hati-Hati Sebar Informasi
Kabar ASN menjadi korban begal sempat tersebar di media sosial dan grup percakapan WhatsApp, memicu kekhawatiran publik, apalagi mengingat maraknya isu kriminalitas di wilayah perkotaan. Namun pihak kepolisian menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Kami imbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu,” tegasnya.
Pemerintah Aceh Minta Klarifikasi Disampaikan ke Publik
Pihak Diskominsa Aceh melalui pernyataan tertulis juga membenarkan bahwa pegawainya tidak menjadi korban begal. Mereka mengapresiasi masyarakat yang telah membantu korban dan mendukung proses penyelidikan kepolisian.














