Driver Ojol di Pontianak Dipukul Oknum TNI hingga Hidung Patah, Ribuan Rekan Seprofesi Geruduk Mapomdam XII/Tanjungpura
Newsporium Sabang – Driver Ojol Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh oknum anggota TNI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memicu gelombang protes besar-besaran. Ribuan driver ojol dari berbagai wilayah di Pontianak dan sekitarnya mendatangi Markas Polisi Militer Kodam (Mapomdam) XII/Tanjungpura, menuntut keadilan dan transparansi penanganan kasus tersebut.
Insiden pemukulan yang terjadi pada Jumat malam (19/9) itu menyebabkan korban, seorang pria berusia 30-an tahun, mengalami luka serius di bagian wajah. Menurut informasi dari rekan-rekan sesama ojol, korban mengalami patah tulang hidung akibat pukulan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum TNI berpakaian dinas.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula dari kesalahpahaman di jalan raya antara korban dan pelaku. Setelah sempat terlibat adu mulut, pelaku yang disebut merupakan anggota aktif TNI diduga langsung memukul korban tanpa memperdulikan situasi sekitar. Aksi tersebut sempat direkam warga dan videonya viral di media sosial, memicu kemarahan publik.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat perawatan intensif. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban masih mengalami trauma dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Lhokseumawe Dua Tewas, Tiga Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Gelombang Solidaritas Driver Ojol
Tak tinggal diam, komunitas driver ojol Pontianak langsung menggalang solidaritas. Pada Sabtu pagi (20/9), lebih dari 2.000 driver berkumpul di sejumlah titik kota dan melakukan konvoi damai menuju Mapomdam XII/Tanjungpura. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan keadilan, serta mendesak agar pelaku ditindak secara tegas tanpa pandang bulu.
“Kami di sini bukan ingin membuat keributan. Kami hanya ingin keadilan bagi rekan kami yang menjadi korban.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Para driver ojol juga menyerahkan surat tuntutan resmi kepada pihak Mapomdam.
Driver Ojol Respons Mapomdam XII/Tanjungpura
Menyikapi desakan publik, Komandan Pomdam XII/Tanjungpura, Kolonel Cpm Supriyadi, langsung memberikan pernyataan resmi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh komunitas driver ojol atas insiden yang terjadi.
“Kami menyesalkan kejadian ini dan tidak akan menutup-nutupi. Oknum yang terlibat sudah kami amankan dan akan menjalani proses hukum militer sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kolonel Supriyadi juga memastikan bahwa TNI menghormati supremasi hukum dan akan bersikap transparan dalam penanganan kasus ini. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Tuntutan Komunitas Ojol
Selain meminta penegakan hukum terhadap pelaku, komunitas ojol juga mendorong adanya pelatihan etika pelayanan publik untuk aparat militer, khususnya dalam menghadapi masyarakat sipil di ruang-ruang publik.
“Kami minta ada langkah nyata, bukan hanya janji. Kalau perlu, ada MoU antara komunitas ojol dan aparat keamanan, agar ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman yang berujung kekerasan,” kata Ahmad Rizki, tokoh komunitas ojol Pontianak.
Penutup
Insiden pemukulan terhadap driver ojol oleh oknum TNI di Pontianak telah membuka kembali perbincangan soal relasi antara aparat dan masyarakat sipil. Masyarakat kini menanti keseriusan institusi militer dalam menangani kasus ini secara adil dan transparan. Bagi para pengemudi ojek online, kasus ini bukan hanya soal keadilan untuk satu orang, tetapi juga soal harga diri dan keselamatan mereka saat mencari nafkah di jalanan.














