Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Keluarga Korban Bantah Tak Bayar Upah Kerja Pelaku, Kasus Pembunuhan Pria di Meulaboh

Skintific

Keluarga Korban Bantah Tak Bayar Upah Kerja Pelaku, Kasus Pembunuhan Pria di Meulaboh Masih Didalami Polisi

Newsporium Sabang Keluarga Korban Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang pria berinisial M (40), warga Meulaboh, masih menyisakan berbagai pertanyaan. Salah satu dugaan awal menyebut bahwa motif pembunuhan adalah karena pelaku, berinisial F, merasa sakit hati akibat tidak dibayar atas pekerjaan yang pernah dilakukannya untuk korban. Namun, pernyataan resmi dari pihak keluarga korban membantah tudingan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan pemberitaan yang menyebut almarhum menunggak upah kerja pelaku. Itu tidak benar. Semua kewajiban almarhum terhadap F sudah diselesaikan dengan baik,” tegas salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan, Sabtu (9/8).

Skintific

Pihak keluarga juga menyebut bahwa korban dan pelaku sebenarnya sudah lama tidak berkomunikasi intens, sehingga dugaan bahwa pembunuhan ini dipicu oleh urusan upah dinilai terlalu menyederhanakan masalah.

Polisi Masih Selidiki Motif Sebenarnya

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana, mengatakan pihaknya masih mendalami motif di balik pembunuhan yang terjadi di kawasan Gampong Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan tersebut. Pelaku F telah ditangkap beberapa jam setelah kejadian dan kini ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keluarga Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Pria di Aceh Barat: Ini Bukan Kehilangan Biasa - Serambinews.com

Baca Juga:Polres Sabang Amankan 6 Unit Sepeda Motor dalam Aksi Balap Liar Jelang Shalat Jumat

“Motif sementara yang kami terima dari pengakuan pelaku memang soal ketidakpuasan pribadi. Namun, kami masih melakukan pendalaman karena ditemukan beberapa kejanggalan dalam keterangan awal,” jelas Kapolres.

Pelaku diketahui melakukan penyerangan secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban tewas di tempat. Kejadian ini sempat menghebohkan warga setempat.

Minta Proses Hukum yang Adil

Keluarga korban kini berharap aparat penegak hukum bisa menuntaskan kasus ini secara adil dan menyeluruh. Mereka juga meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum diverifikasi.

“Kami percaya polisi akan bekerja secara profesional. Tapi kami juga berharap media dan publik tidak menggiring opini yang menyudutkan almarhum tanpa dasar yang kuat,” ujar perwakilan keluarga.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Meulaboh karena selain menyangkut nyawa manusia, juga menunjukkan betapa cepatnya informasi simpang siur bisa memicu penilaian sepihak terhadap korban maupun pelaku.

Skintific