Komisi IX DPR RI Kunjungi RSUDZA, Fokus pada Akses Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil
Newsporium Sabang – Komisi IX DPR RI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (7/10). Dalam agenda ini, para anggota dewan menyoroti sejumlah persoalan strategis dalam pelayanan kesehatan, terutama tantangan akses layanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil di Aceh.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan program kesehatan nasional, termasuk efektivitas layanan rumah sakit rujukan serta distribusi tenaga kesehatan di daerah. Komisi IX yang membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan ini ingin melihat langsung kondisi fasilitas kesehatan utama di Aceh, serta mendengar masukan dari tenaga medis di lapangan.
RSUDZA sebagai Rujukan Utama
RSUD Zainoel Abidin merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Aceh. Dalam kunjungan tersebut, para legislator mengapresiasi kinerja manajemen RSUDZA yang terus berupaya meningkatkan pelayanan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Ketua Tim Kunjungan Komisi IX, dr. Ribka Tjiptaning, menyampaikan bahwa RSUDZA memainkan peran krusial tidak hanya untuk Banda Aceh, tetapi juga sebagai tumpuan rujukan bagi pasien dari wilayah pelosok Aceh. Namun, menurutnya, hal ini justru menunjukkan adanya ketimpangan dalam akses layanan kesehatan yang merata di seluruh kabupaten/kota.
“Kita melihat langsung bagaimana RSUDZA menanggung beban rujukan dari berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan di daerah terpencil belum sepenuhnya siap atau masih minim dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Baca Juga: Arab Saudi Terkejut Timnas Indonesia Putuskan Nginap Jauh Hotel Berjarak 40 Km dari Stadion
Sorotan pada Daerah Terpencil
Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi minimnya tenaga kesehatan, keterbatasan peralatan medis, dan transportasi yang sulit dijangkau.
“Kami akan membawa hasil tinjauan ini ke rapat-rapat komisi di Senayan.
Komisi IX DPR RI Masukan dari Pihak RSUDZA
Direktur RSUDZA, dr. M. Isa, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Komisi IX. Ia mengakui bahwa arus pasien dari daerah terpencil cukup tinggi, terutama pasien dengan kondisi kritis yang memerlukan penanganan spesialis.
“Kami berupaya memberikan layanan terbaik, namun perlu dukungan dari pusat, terutama untuk memperkuat jejaring pelayanan kesehatan primer di daerah.
Dorongan untuk Penguatan Sistem Kesehatan Daerah
Komisi IX DPR RI mendorong agar pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan, memperkuat program pengiriman dokter spesialis ke daerah terpencil (program Wajib Kerja Dokter Spesialis/WKDS) dan memperbaiki insentif bagi tenaga kesehatan yang bersedia bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Penutup
Kunjungan Komisi IX DPR RI ke RSUD Zainoel Abidin menjadi momen penting untuk menyoroti ketimpangan akses layanan kesehatan antara pusat dan daerah.














