Profil dan Harta Kekayaan Profil Lengkap Anggito Abimanyu
Newsporium Sabang – Profil dan Harta Kekayaan Anggito Abimanyu adalah alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM). Memiliki latar sebagai akademisi, terutama di bidang ekonomi, termasuk keuangan publik, ekonomi Islam, dan aspek‑manajemen fiskal.
Karier dan Pengalaman:
Anggito sudah mengalami berbagai posisi dalam pemerintahan dan lembaga publik serta akademik, antara lain:
Akademik:
Sebagai dosen dan juga posisi struktural di UGM, termasuk Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis di Sekolah Vokasi UGM.
Baca Jugaa: AHMAD Sahroni Akhirnya Berani Muncul ke Publik Usai Rumah Digerebek Langsung Lempar Puja-puji
Pemerintahan / Lembaga Publik:
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama (2012‑2014).
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) (sekitar 2015‑2017).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di Kementerian Keuangan.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan sebagai Ketua DK LPS:
Visi dan Program Kerja di LPS:
Saat fit and proper test, Anggito mengusung program bertajuk AKSARA, dengan misi‑misi sebagai berikut:
Meningkatkan asset management competency ‒ membangun keahlian, kapabilitas personal dalam manajemen aset.
Penyempurnaan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan kompetensi. Perluasan jangkauan media sosial dan literasi keuangan.
Digitalisasi proses bisnis dan aplikasi teknologi dalam lima tahun ke depan.
Penurunan beban dana kelolaan per pegawai dari sekitar Rp 425 miliar per orang menjadi Rp 400 miliar per orang. Peningkatan pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi dua kali lipat.
Harta Kekayaan
Berikut rincian kekayaan Anggito berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta laporan media yang mengulas:
| Komponen | Nilai / Catatan |
|---|---|
| Total kekayaan | Sekitar Rp 21,4 miliar ‒ beberapa sumber menyebut kisaran Rp 21,4‑22,2 miliar tergantung waktu pelaporan. |
| Alat transportasi / kendaraan | Total sekitar Rp 170 juta, termasuk mobil Toyota Altis tahun 2008 dan Nissan Serena tahun 2010. |
| Surat berharga | Sekitar Rp 1,88 miliar menurut beberapa laporan. |
| Kas dan setara kas | Ada beberapa perbedaan angka antar laporan, tapi sekitar Rp 1,19 miliar hingga Rp 1,84 miliar tergantung pelaporan. |
| Utang | Beberapa laporan menyebut tidak ada utang yang dilaporkan. |
Isu Terkait & Catatan Tambahan
Laporan LHKPN: Anggito pernah tercatat belum melaporkan LHKPN setelah diangkat sebagai Wamenkeu, namun data harta terakhir yang dilaporkan adalah saat masih menjabat akademikus di UGM sebagai Ketua Departemen Ekonomika dan Bisnis.
Analisis dan Implikasi
Hal ini umum di antara pejabat negara yang telah menabung atau menghasilkan pendapatan tetap dalam waktu lama.
Tidak memiliki utang dalam laporan LHKPN menandakan pengelolaan keuangan pribadi yang cukup konservatif.














