Profil Rodtang Jitmuangnon: Mantan “Raja” Flyweight Muay Thai yang Mundur dari ONE 173
Newsporium Sabang – Profil Rodtang Jitmuangnon adalah salah satu nama paling ikonik dalam dunia Muay Thai modern, terutama di panggung internasional melalui ONE Championship. Namun, baru-baru ini ia membuat kejutan besar dengan mengundurkan diri dari pertarungan gelar yang dijadwalkan di ONE 173. Berikut ulasan mendalam tentang sosoknya, karier cemerlang, dan situasi terkini.
Awal Kehidupan dan Awal Karier
Rodtang lahir di Phatthalung, Thailand, dan mulai berlatih Muay Thai sejak usia sangat muda — sekitar 7 tahun.
Ia bertarung secara profesional pertama kali ketika masih sangat muda, yakni sekitar usia 10 tahun.
Untuk mengejar pelatihan yang lebih serius, Rodtang pindah ke Jitmuangnon Gym di Bangkok — gym yang sangat terkenal dan penuh dengan pejuang berbakat.
Ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil: sebelum umur 21 tahun, Rodtang sudah mencatat lebih dari 250 kemenangan dalam pertarungan profesional.
Baca Juga: Pengakuan Ayah Habisi Bayinya Sendiri, Cemburu Curigai Istri, Ternyata Sudah Dua Kali Cerai
Puncak Karier di ONE Championship
Rodtang bergabung dengan ONE Championship dan mencuri perhatian publik lewat gaya bertarungnya yang agresif, berani maju, dan “walking forward” dengan pertahanan rapat.
Pada 2 Agustus 2019, dia merebut sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai dengan mengalahkan Jonathan “The General” Haggerty lewat keputusan bulat.
Selama masa kepemimpinan “raja” divisi Flyweight Muay Thai, Rodtang mempertahankan gelarnya beberapa kali, memperkuat statusnya sebagai ikon Muay Thai di panggung global.
Dia dikenal tidak hanya karena kekuatan pukulan dan tubuh baja: teknik serangannya (kombinasi tinju, tendangan, siku) tajam dan sangat efektif.
Di luar ONE, Rodtang juga punya prestasi di level stadion tradisional Thailand — misalnya, ia pernah menjadi juara di Omnoi Stadium.
Profil Rodtang Jitmuangnon Tantangan dan Masalah Berat Badan
Rodtang pernah berbicara bahwa di masa lalu, sebelum bergabung ONE, dia bertanding di kelas berat yang lebih tinggi dan “membawa” sekitar 10 kilogram lebih berat dari bobot flyweight ONE.
Namun, di panggung ONE Championship, pengaturan berat badan (weight cut) menjadi tantangan serius. Dalam beberapa kesempatan, berat badan dan tes hidrasi sempat menjadi penghambat.
Ada insiden di ONE 169 di mana Rodtang gagal melewati tes hidrasi hingga akhirnya kehilangan sabuk juaranya.
Pengunduran Diri dari ONE 173
Pada 15 November 2025, ONE Championship mengumumkan bahwa Rodtang mengundurkan diri dari pertarungan gelar melawan Nong-O di ONE 173.
Alasan pengunduran: Rodtang merasa “tidak sehat” segera setelah melakukan timbang badan dan tes hidrasi resmi
Profil Rodtang Jitmuangnon Warisan dan Signifikansi
Rodtang “The Iron Man” bukan hanya pejuang berbakat; dia adalah wajah Muay Thai modern yang membantu membawa disiplin seni ini ke penonton global melalui ONE Championship
Rekor pertandingannya di ONE sangat impresif: banyak kemenangan lewat keputusan, KO, dan pertarungan dramatis yang selalu memikat penggemar.
Secara kultural, Rodtang menjadi inspirasi: dari latar belakang keluarga sederhana, dia menjadikan Muay Thai sebagai jalan untuk meraih kebanggaan dan dukungan finansial bagi keluarganya.
Kesimpulan
Rodtang Jitmuangnon adalah figur legendaris di dunia Muay Thai kontemporer: seorang pejuang tangguh, teknis, dan sangat berdedikasi. Ke depannya, penggemar pasti berharap dia pulih dan kembali bersinar—mungkin bahkan untuk menegaskan lagi dominasinya di divisi flyweight Muay Thai.














