Pustaka Keliling Jangkau Sekolah Terpencil di Sabang, Dorong Minat Baca Anak
Newporium Sabang — Pustaka Keliling Upaya meningkatkan minat baca di kalangan pelajar terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sabang. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengoperasikan layanan pustaka keliling yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan sulit dijangkau di Kota Sabang.
Program ini menjadi angin segar bagi para siswa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas Sekolah Terpencil di Sabang.
Pustaka Keliling Hadir di Tengah Keterbatasan Akses
Beberapa sekolah di daerah perbukitan dan pelosok Sabang memang masih menghadapi tantangan infrastruktur, termasuk minimnya fasilitas perpustakaan. Dengan hadirnya pustaka keliling, para siswa tidak perlu lagi menunggu buku datang dari kota atau bergantung pada buku pelajaran semata.
Koleksi Buku Beragam dan Edukatif
Mobil membawa ratusan judul buku, mulai dari buku cerita anak, fabel, buku sains populer, hingga buku pengetahuan umum. Tidak hanya membawa buku, petugas pustaka juga mengadakan kegiatan seperti membaca bersama, kuis literasi, dan dongeng interaktif yang menambah semangat siswa dalam mengenal dunia literasi.
“Kami memilih buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat anak-anak. Tujuannya bukan sekadar menyediakan bacaan, tapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca sejak dini,” jelas Aulia Rahman, petugas dari Dinas Perpustakaan Sabang.
Baca Juga: Elon Musk Serukan Cancel Netflix Gegara The Baby-Sitters Club, Simak Penyebabnya
Antusiasme Pelajar dan Guru
Banyak siswa yang bahkan antre untuk meminjam buku favorit mereka dan membacanya bersama teman-teman di halaman sekolah. Bagi sebagian anak, ini adalah kali pertama mereka memegang buku cerita bergambar yang menarik.
“Kami senang karena anak-anak jadi lebih aktif dan semangat belajar. Sekolah Terpencil di Sabang
Komitmen Pemkot Sabang untuk Literasi
Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Perpustakaan berkomitmen untuk terus menjalankan dan mengembangkan layanan ini. Ke depan, program ini juga akan diperluas dengan menjangkau kampung-kampung yang tidak memiliki sekolah formal, serta melibatkan komunitas lokal untuk penguatan budaya literasi.














